My Writings. My Thoughts.

Wanita adalah Penolong Yang Sepadan bagi Pria

At » Monday, September 28, 2009 // 5 Comments »







Tadi, baru aja gw baca buku "Kala Wanita Percaya" author : Sarah Audrey Christie. Sebenarnya buku ini sudah lama saya beli dan sudah selesai saya baca... Hanya saja, kebetulan saya sedang membuka laci meja saya dan menemukan buku ini...

Disaat membuka cover buku ini, ada tempelan Post It di halaman bagian dalam covernya... Ada 2 post it tertempel, dan saya pun membaca : 


"STRUGGLE!!! Saat semuanya kelihatan memburuk, jangan buru-buru mengeluh dan marah-marah sama Tuhan. Tuhan justru sedang mengerjakan sesuatu yang benar untuk hidupku, yakni membuat saya menjadi besar dalam kemuliaan-NYA."


Saya pun teringat akan saat dimana saya memutuskan untuk membeli buku ini... Entah kenapa buku ini sudah sering saya lewati tiap kali ke toko buku.. Saya selalu melirik dan membaca sinopsisnya, tapi kemudian saya meletakannya kembali ke etalase. Hingga akhirnya satu hari saya memutuskan untuk membelinya. Saat itu adalah saat dimana saya sedang mengalami masa-masa yang penuh dengan hmmm apa yah bisa di katakan masa yang agak sulit buat saya... 
Saat itu adalah dimana saya mulai bertanya-tanya sama Tuhan, kenapa DIA selalu membiarkan saya terluka, dan selalu dikecewakan... 
Mungkin melalui buku inilah Tuhan berbicara sama saya... Dan sekarang buku inipun kembali menyadarkan saya, bahwa :


"Berdoa dan Imani!!! Mujizat pasti terhadi. Kualitas wanita yang sesungguhnya adalah: KUAT dan MULIA."

Begitulah post it yang kedua tertulis...
Sungguh sangat menguatkan hatiku disaat sekarang ini... Kemudian saya membaca ayat ini :


"Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu-yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang di uji kemurniannya dengan api-sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-NYA. 1 Petrus 1 : 7." 


Isi buku ini seperti segelas air dingin yang sejuk bagi jiwa yang dahaga di padang gurun. Yaa, memberikan pengharapan di tengah tidak adanya pengharapan. 


Ada beberapa hal yang saya sadari setelahnya... 
Wanita tidak hanya dirancang untuk hamil, melahirkan, membesarkan anak, melayani suami, meninggal lalu masuk surga.
Tuhan menciptakan wanita sebagai Penolong yang sepadan bagi kaum pria. Karena kita wanita ikut mengambil keputusan dan berperan dalam kehidupan... 
Penolong yang sepadan berarti menjadi motor penggerak bagi pria, leher bagi sang kepala, dan hati bagi otak mereka.
    Jadi, sebagai seorang wanita, marilah berbangga dah menjaga kemuliaan Tuhan yang diberikan atas kita.  Percuma memiliki kecantikan di luar tapi tidak memiliki kecantikan di dalam. Jikalau seperti itu, anda hanya seperti kotak perhiasan yang cantik namun kosong di dalamnya tanpa perhiasan. Milikilah kecantikan dari dalam, itulah kekuatan yang diberikan Tuhan bagi wanita. Kalau anda cantik di dalam, anda pasti cantik diluar. Dan kepada para pria, hormatilah wanita. Karena wanitalah yang menjadi penopang kalian dalam menjalani kehidupan.

    Boneka Untuk Adikku

    At » Monday, September 14, 2009 // 4 Comments »
    http://emo.huhiho.com
    Satu kisah nyata yang dikirimkan Cici buat gw... Kalo gak salah sekitar hampir 2 tahun yang lalu... Well, my mom has passed away since I was 6 y.o.. I'm growed up with my grandparents... Cici dan Ka Ollan, sepertinya hanya sebentar aja mrk sama" gw... Mereka selesai sekolah dan memilih untuk melanjutkan kuliah mereka ke JAKARTA.. Alhasil gw besar sama Oma n Opa...
    Well, disaat gw pindah ke JKT, baru deh gw mengenal lagi kakak" gw... And I got this... For me "CICI" or my first sister.. She's just my second mom... Maybe I already have a step mom.. But, Cici still in my heart as my mom... I always miss her... Now, she's live in California USA and just got her New Baby Boy... Congratz Cici.. Wo ai xiang ni, JieJie... 

    http://emo.huhiho.comBoneka untuk adikku
    Jangan pernah mencintai karena uang. Anda tak tahu kapan hari terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan anda.
    Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke supermarket untuk membeli hadiah2 yang semula tidak direncanakan untuk dibeli. Ketika melihat orang banyak, aku mulai mengeluh: "Ini akan makan waktu selamanya, sedang masih banyak tempat yang harus kutuju", Natal benar-benar semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun. Kuharap  aku bisa berbaring tidur, dan hanya terjaga setelahnya". Walau demikian, aku tetap berjalan menuju bagian mainan, dan di  sana aku mulai mengutuki harga-harga, berpikir apakah sesudahnya  semua anak akan sungguh-sungguh bermain dengan mainan yang mahal.
    Saat sedang mencari-cari, aku melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia terus membelai rambut boneka itu dan terlihat sangat sedih. Aku bertanya-tanya untuk  siapa boneka itu. Anak itu mendekati seorang perempuan tua di dekatnya: "Nenek, apakah engkau yakin aku tidak punya cukup uang?" Perempuan tua itu menjawab: "Kau tahu bahwa kau tidak punya cukup  uang untuk membeli boneka ini, sayang." Kemudian Perempuan itu  meminta anak itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia  berkeliling ke tempat lain. Perempuan itu pergi dengan cepat. Anak  laki2 itu masih menggenggam boneka itu di tangannya.
    Akhirnya, aku mendekati anak itu dan bertanya kepada siapa dia  ingin memberikan boneka itu. "Ini adalah boneka yang paling  disayangi adik perempuanku dan dia sangat menginginkannya pada  Natal ini. Ia yakin Santa Claus akan membawa boneka ini untuknya",  Aku menjawab "Mungkin Santa Claus akan membawa boneka untuk adik kamu,  kamu ga usah khawatir". Tapi anak laki2 itu menjawab dengan  sedih "Tidak, Santa Claus tidak dapat membawa boneka ini ke tempat  dimana adikku berada saat ini. Aku harus memberikan boneka ini  kepada mama sehingga mama dapat memberikan kepadanya ketika mama  sampai di sana". Mata anak laki-laki itu begitu sedih ketika mengatakan ini,  "Adikku sudah pergi kepada Tuhan. Papa berkata bahwa mama juga segera pergi menghadap Tuhan, maka kukira mama dapat membawa boneka  ini untuk diberikan kepada adikku". Jantungku seakan terhenti.
    Anak lak-laki itu memandangku dan berkata: "Aku minta papa untuk memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku meminta papa untuk  menunggu
    hingga aku pulang dari supermarket". Kemudian ia  menunjukkan fotonya yang sedang tertawa. Kemudian ia berkata: "Aku  juga ingin mama membawa foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku cinta mama dan kuharap ia tidak meninggalkan aku tapi papa berkata  mama harus pergi bersama adikku." Kemudian ia memandang dengan  sedih ke boneka itu dengan diam. 
    Aku meraih dompetku dengan cepat dan mengambil beberapa catatan  dan berkata kepada anak itu. "Bagaimana jika kita periksa lagi,  kalau-kalau uangmu cukup?",  "Ok" katanya. "Kuharap punyaku cukup" . Kutambahkan uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami mulai  menghitung. Ternyata cukup untuk boneka itu, dan malah ada sisanya. Anak  itu berseru: "Terima Kasih Tuhan karena memberiku uang yang cukup". Kemudian ia memandangku dan menambahkan: "Kemarin sebelum tidur aku  memohon kepada Tuhan untuk memastikan  bahwa aku memiliki cukup  uang untuk membeli boneka ini sehingga mama bisa memberikannya  kepada adikku. DIA mendengarkan aku. Aku juga ingin uangku cukup  untuk membeli mawar putih buat mama, tapi aku tidak berani memohon  terlalu banyak kepada Tuhan. Tapi DIA memberiku cukup untuk membeli  boneka dan mawar putih." "Kau tahu, mamaku suka mawar putih"
    Beberapa menit kemudian, neneknya kembali dan aku berlalu dengan keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan suasana hati yang  sepenuhnya berbeda dari saat memulainya. Aku tidak dapat menghapus  anak itu dari pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di koran lokal 2 hari yang lalu, yang menyatakan seorang pria mengendarai truk  dalam kondisi mabuk dan menghantam sebuah mobil yang berisi seorang  wanita muda dan seorang gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal  seketika, dan ibunya dalam kondisi kritis. Keluarganya harus  memutuskan apakah harus mencabut alat penunjang kehidupan, karena  wanita itu tidak akan mampu keluar dari kondisi koma. Apakah mereka  keluarga dari anak laki-laki ini?
    2 hari setelah pertemuan dengan anak kecil itu, kubaca di koran bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku tak dapat menghentikan diriku dan pergi membeli seikat mawar putih dan kemudian pergi ke rumah duka tempat jenasah dari wanita muda itu diperlihatkan kepada orang-orang untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum penguburan.  Wanita itu di sana, dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar  putih yang cantik dengan foto anak laki-laki dan boneka itu ditempatkan  di atas dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan menangis, merasa  hidupku telah berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak laki-laki itu kepada ibu dan adiknya, sampai saat ini masih sulit untuk  dibayangkan. Dalam sekejap mata, seorang pria mabuk mengambil  semuanya dari anak itu.
    http://emo.huhiho.comhttp://emo.huhiho.com

    Baby David Dicky Herman Stroup

    At » Saturday, September 12, 2009 // 8 Comments »
    Here's my nephew photos...
    David Dicky Herman Stroup

    What a beautiful Blessing

    At » Wednesday, September 09, 2009 // 2 Comments »
    Just Born

    David Dicky Herman Stroup
    Wednesday, Sept 09 - 2009 at 2:28 am
    California, USA

    http://emo.huhiho.comI'm officially an auntie now....http://emo.huhiho.com


    Well, I didn't have his photos now..
    But promise I will upload his photos soon after my sister send me...

    My videos. Featured videos.

    My photos. Now you know me.

    My lifestream. Stay updated with me.

    Total Pageviews

    My favblog. Feeds from them.

      Followers